H. Ngateman SH, Ketua KONI Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
H. Ngateman SH, Ketua KONI Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Dampak Covid-19 juga dirasakan oleh KONI Lumajang. Sejumlah event olahraga terpakasa dibatalkan pelaksanannya, karena adanya Peraturan Pemerintah dan Maklumat Kapolri yang melarang kegiatan berskala besar.

Ketua KONI Lumajang H. Ngateman SH, kepada Jatimtimes , hari ini Senin (8/6) mengatakan, agenda terbesar yang sudah pasti dibatalkan adalah penyelenggaraan event Piala KONI yang seharusnya digelar mulai bulan ini.

Baca Juga : Sepak Bola Dijalankan, Direktur Teknik PSSI: Untuk Gerakkan Roda Ekonomi

"Piala KONI yang seharusnya kita gelar pada bulan ini sampai bulan depan, sudah kita batalkan pelaksanaannya. Mungkin tahun depan kita bisa laksanakan, untuk tahun ini kita cancel dulu," kata H. Ngateman.

Sejumlah Bimtek bagi sejumlah cabang olahraga juga sudah diagendakan ulang untuk dilaksanakan tahun depan, dan hampir pasti anggaran untuk Bimtek itu tidak akan terserap tahun ini.

"Kita dibantu dana hibah oleh Pemkab Lumajang sebesar Rp 6,5 milyar untuk tahun ini. Rp 2,5 milyar kita revisi dan kita kembalikan, karena tidak mungkin kita serap semuanya dalam kegiatan kita tahun ini," kata H. Ngateman.

Mantan owner Semeru FC ini menyebut, revisi anggaran itu dilakukan agar dana yang ada bisa dimanfaatkan sebagai program bantuan Pemkab Lumajang untuk mengatasi dampak ekonomi Covid-19.

Sementara kegiatan yang kemungkinan masih akan berlangsung adalah Kejuaraan Kabupaten (Kerjurkab) masing-masing cabang olahraga, itupun jika ada kelonggaran untuk melaksanakan kegiatan.

"Mungkin Kerjurkab masih bisa kita laksanakan pada bulan September mendatang. Jadi kita benar-benar kena dampak dari Covid-19 ini, yakni pembinaan yang tidak bisa maksimal, terutama dalam bentuk event pembinaan," jelas H. Ngateman lagi.

Baca Juga : Dua Pemain Satu Staf Pelatih Arema FC Reaktif saat Rapid Test, Ini Kata Manajemen

Sementara untuk masing-masing Cabang Olahraga saat ini hanya melakukan latihan mandiri, dirumah masing-masing. Jika harus dibawa pembina cabor, itupun harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan dari sisi anggaran yang bisa dilakukan hanyalah pembelian alat-alat penunjang untuk para atlit.