Tingkat elektabilitas para balon kada menjadi bagian dari indikator penting yang disyaratkan oleh PDI-Perjuangan. (Ist)

Tingkat elektabilitas para balon kada menjadi bagian dari indikator penting yang disyaratkan oleh PDI-Perjuangan. (Ist)



Elektabilitas menjadi indikator penting bagi delapan bakal calon (balon) kepala daerah yang mendaftar di PDI-Perjuangan Kabupaten Malang untuk semakin berpeluang keluar menjadi calon kepala daerah di pilkada 2020 mendatang.

Hal ini secara langsung disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur (Jatim) Daniel Rohi beberapa waktu lalu. Daniel mengatakan, seluruh balon kada yang mendaftar akan semakin memiliki peluang besar dan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI-Perjuangan bila memiliki elektabilitas tinggi yang ditentukan oleh survei.

"Elektabilitas balon memang yang kita perhatikan. Semakin tinggi, maka akan semakin berpeluang mendapatkan rekomendasi nantinya. Tingkat elektabilitas adalah salah satu penentu pemberian rekom," ungkapnya dalam menyikapi berbagai pertanyaan media terkait indikator yang bisa membuat para balon dapat restu DPP PDI-Perjuangan.

Saat ini ada delapan balon kada yang mendaftar di PDI-Perjuangan. Yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, Kades Pujiharjo Hendik Arso, Ketua PCNU kabupaten Malang Umar Usman, Wakil Ketua Lesbumi Jumaali, Rektor Unira Hasan Abadi, aktivis Wahyu Eko Setiawan, serta dua pengusaha, yakni Wibi A. dan Dicky A. Nantinya, elektabilitas mereka akan dilihat dari hasil survei internal maupun eksternal.

Seperti diketahui, delapan balon kada Kabupaten Malang itu telah melalui rangkaian syarat pendaftaran. Baik secara administrasi maupun telah mengikuti fit and proper test. Tahapan internal dari PDI-Perjuangan setelah tahapan itu adalah melakukan survei internal untuk melihat elektabilitas para balon kada.

"Kami akan melakukan survei untuk itu tentunya untuk para balon kada secara internal. Tapi, survei eksternal pun akan menjadi pertimbangan pendukung dan bisa jadi poin tambahan untuk mereka," ujar Daniel.

Dia juga menyampaikan, untuk balon kada Kabupaten Malang di pilkada serentak 2020 datang, semuanya melalui DPC. "Sedangkan di DPD Jatim tidak ada," imbuhnya.

Disinggung kompetensi para balon yang mendaftar ke PDI-Perjuangan, Daniel menyampaikan, semuanya memiliki latar belakang yang cukup menarik serta memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

"Kami tahu ada yang dari birokrat karir, kader partai, akademisi, seniman, aktivis dan juga dari kalangan profesional. Semuanya mewakili bidang yang memang diperlukan dalam membangun Kabupaten Malang," ucapnya.

Tapi, Daniel menegaskan bahwa yang memiliki kewenangan mutlak dan memberikan rekomendasi adalah DPP PDI-Perjuangan. "Keputusan ada di DPP. Tapi tentunya sebagai bahan pertimbangan, tingkat elektabilitas juga akan berpengaruh dalam hal itu," pungkasnya.
 

 


End of content

No more pages to load